Inilah 5 Fase Berbahaya Bagi Penderita Demam Berdarah

DBD adalah jenis penyakit yang rawan menyerang manusia ketika memasuki musim penghujan seperti sekarang ini, karena memang virus dengue tersebut ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegepty. Di Indonesia sendiri angka kematian yang disebabkan oleh penyakit musiman ini terbilang begitu tinggi, meskipun masyarakat sudah melakukan langkah preventif atau pencegahan, namun tetap saja setiap tahun banyak anak-anak hingga orang dewasa yang meninggal dunia karena masalah kesehatan tersebut.

Nyamuk penyebab penyakit demam berdarah ini sendiri sebenarnya tak seperti nyamuk pada umumnya yang menggigit hampir setiap waktu, melainkan ia hanya aktif di pagi sampai dengan jam 3 sore saja, waktu dimana semua orang melakukan rutinitas harian, termasuk diantaranya adalah anak-anak. Sebenarnya jika berbicara mengenai gejala dari penyakit ini sendiri hampir sama dibandingkan dengan penyakit musiman pada umumnya, sehingga sering kali diabaikan oleh orang tua. Mereka baru membawanya berobat justru ketika kondisi sudah cukup parah, sehingga terlambat mendapatkan pertolongan.

Adapun beberapa fase dimana penyakit demam berdarah ini dikatakan cukup bahaya dan wajib untuk diwaspadai, diantaranya adalah:



1. Trombosit menurun, trombosit ini sendiri dikenal juga sebagai keping darah, ia memiliki fungsi dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, biasanya ketika penyakit demam berdarah sudah memasuki fase yang kritis atau berbahaya, maka dapat dikenali dari jumlah trombosit yang ada dalam tubuh ini, semakin lama semakin menurun. Untuk itu sangat disarankan bagi penderita DBD dalam mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kadar trombosit.

2. Penyempitan pembuluh darah, kondisi lainnya yang juga patut untuk diwaspadai adalah ketika pembuluh darah semakin menyempit, hal ini tentunya menyebabkan aliran darah ke seluruh tubuh menjadi terhambat, hingga terkadang memunculkan sebuah kondisi yang dinamakan sebagai hipertensi atau tekanan darah tinggi. Jadi beberapa organ yang ada dalam tubuh seperti misalnya jantung hingga ginjal beresiko tinggi mengalami kerusakan.

3. Kebocoran pembuluh darah, resiko lainnya yang tak kalah berbahaya adalah ketika pembuluh darah mengalami kebocoran. Kondisi ini akan menyebabkan aliran darah tidak bekerja sebagaimana mestinya mengalir ke bagian yang seharusnya dituju, ketika kebocoran darah terjadi pada jantung akibatnya akan menyebabkan gagal jantung, begitu juga ketika terjadi pada organ ginjal, maka akan menyebabkan gagal ginjal.

4. Keluarnya darah dari beberapa rongga tubuh, saat demam berdarah ini memasuki fase kritis maka bisa dilihat ada beberapa bagian tubuh mengeluarkan darah, tentunya hal ini tak bisa disepelekan. Misalnya adalah darah keluar dari mulut, hidung, telinga sampai dengan pori-pori kulit, disebabkan karena pecahnya pembuluh darah yang ada di dalam tubuh.

5. Menyebabkan tubuh kekurangan darah, karena terjadi kerusakan pembuluh darah hingga darah keluar dari berbagai rongga tersebut, secara otomatis nantinya akan membuat tubuh kekurangan darah, meskipun ada berliter-liter yang ditransfusikan, namun karena kondisi dalam tubuh tak bisa bekerja sebagaimana mestinya di dalam mengalirkan darah akibatnya percuma. Sehingga hal inilah yang rentan membuat penderita demam berdarah mengalami kematian.

Bukan jenis penyakit yang bisa disepelekan, sehingga ketika muncul beberapa gejala utama seperti demam tinggi, kemudian pusing, rasa nyeri di tubuh hingga munculnya ruam-ruam merah di kulit, maka ada baiknya bagi Anda untuk langsung mendapatkan pengobatan, sehingga nantinya kondisi tersebut tak akan bertambah parah. Pengobatan sedini mungkin dapat mencegah resiko kematian penderita demam berdarah.