Alasannya Popok Dewasa Confidence Adalah Yang Terbaik

Popok dewasa seperti popok celana Confidence merupakan merk terbaik untuk popok orang dewasa yang cocok untuk Anda yang aktif. Ada beberapa keunggulan yang menyebabkan popok ini merupakan yang terbaik. Pertama adalah sudah teruji secara klinis oleh lembaga kesehatan yang berwenang. Dengan adanya pengujian tersebut membuktikan jika bahan yang dipergunakan untuk membuat popok tersebut aman untuk dipergunakan dan tidak menimbulkan masalah kesehatan seperti infeksi.

Kedua adalah memiliki perlindungan ganda. Popok untuk orang dewasa yang aktif bergerak haruslah yang memiliki perlindungan ganda. Hal ini disebabkan karena jika tidak terdapat perlindungan ganda, sedangkan penggunanya termasuk sebagai orang yang aktif, dikhawatirkan akan mengalami kebocoran walaupun popoknya belum penuh dan hal tersebut akan sangat mengganggu aktivitas dari pemakainya. Selain itu, pastikan juga orang dewasa pakai pampers tersebut yang punya perekat kuat atau yang merekat pas di tubuh sehingga tidak popok tidak mudah terlepas ataupun terlalu menekan yang bisa membuat Anda menjadi tidak nyaman. Karena hal tersebut, popok celana dari Confidence dilengkapi dengan side leak guards untuk perlindungan samping yang maksimal.

Ketiga adalah anti bakteri dan lembut. Tidak banyak popok yang dilengkapi dengan anti bakteri sehingga walaupun dipergunakan dalam jangka waktu yang lama, Anda tidak perlu khawatir untuk menggunakan popok celana dari Confidence. Selain itu, Anda juga tidak akan merasa tidak nyaman karena popok ini sudah dilengkapi dengan ekstrak lidah buaya sehingga bebas dari iritasi dan juga memiliki permukaan yang lembut. 



Alasan yang lainnya mengapa popok celana dari Confidence adalah yang terbaik, yaitu:
  • Punya ekstra absorbency yang bisa menyerap cairan yang lebih banyak dan penyerapan menjadi lebih cepat. Karena hal tersebut menyebabkan permukaan dari popok celana ini menjadi lebih cepat kering walaupun Anda kencing atau sering buang air kecil dalam jumlah yang banyak. 
  • Side leaks guard untuk perlindungan ganda di bagian samping sehingga tidak mudah bocor saat digunakan terutama saat Anda sedang bergerak secara aktif. 
  • Breathable waist sehingga bagian pinggang Anda tidak kering dan bisa terhindar dari ruam dan gatal ataupun iritasi terutama Confidence yang terbuat dari bahan yang halus dan lembut membuat pinggang Anda terlindungi dari gatal dan ruam. 
Popok celana Confidence menawarkan 3 ukuran yaitu M, L, dan XL. Anda bisa memilih ukuran dari popok tersebut yang tepat untuk Anda dan pastikan jika Anda tepat saat memilihnya. Hal ini disebabkan jika popok yang dipergunakan oleh orang dewasa tersebut terlalu kecil maka bisa menyebabkan pinggang Anda menjadi semakin tertekan sedangkan jika terlalu besar bisa menyebabkan popok tersebut melorot sehingga membuat Anda menjadi tidak nyaman.

Akhirnya GMF Lakukan Pembaruan Kerja Sama Dengan Airbus Training Center Selama 5 Tahun

PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF) memperbarui perjanjian kerja sama dengan manufaktur pesawat Airbus. Pembaruan kerja sama tersebut akan berlangsung selama lima tahun ke depan untuk fasilitas Airbus Training Center di Indonesia. Sebelumnya, GMF dan Airbus telah bekerja sama untuk fasilitas tersebut pada 2013 silam dan berakhir pada tahun ini. Kerja sama terbaru ini akan berlaku hingga 2023 mendatang. "Kerja sama terkait Airbus Training Center ini menjadikan GMF sebagai pusat pelatihan perawatan pesawat milik Airbus untuk tipe A320 CEO dan A320 NEO," kata Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto di Jakarta.


Selain itu, GMF AeroAsia dan Airbus juga sepakat untuk menambahkan cakupan pelatihan untuk Engine Ground Run Up Airbus A320 dan A330 serta untuk Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards (ETOPS) Training. Kesepakatan ini membuat GMF menjadi satu dari 11 Airbus Training Center yang ada di seluruh dunia. Tak hanya itu, GMF juga menjadi MRO pertama di regional yang mendapat kepercayaan dari Airbus sejak 2015. "Kepercayaan dari Airbus ini akan kami jaga sebaik mungkin. Kami berharap kerja sama dengan Airbus bukan hanya dari sisi Training Center, namun ke depan GMF bersama Airbus bisa juga berkloaborasi dalam menggarap pasar perawayan pesaray di regional, baik untuk pesawat komersial maupun militer," jelas Iwan. 

Di sisi lain, VP Customer Services Airbus Asia Pasific Bruno Bousquet mengapresiasi GMF yang telah menjalankan fasilitas Airbus Training Center selama lima tahun ke belakang. Bousquet menyampaikan, kerja sama antara pihaknya dengan GMF secara langsung telah memperkuat kesuksesan kolaborasi kedua belah pihak yang telah berjalan sejak lama. "Airbus melalui GMF juga mendapatkan tanggapan yang baik sekali atas kualitas infrastruktur dan kualitas yang diberikan. Kerja sama ini juga memungkinkan para pelanggan Airbus mendapatkan pelatihan tanpa harus melakukan training ke Toulouse, Prancis sehingga biaya dan waktu training lebih efektif dan efisien," terang dia. 

Di samping itu, GMF juga mengirim instruktur ke seluruh dunia untuk pelanggan Airbus yang membutuhkan pelatihan perawatan pesawat Kolaborasi ini, kata Iwan juga akan membantu peningkatan brand image GMF sebagai aircraft maintenance provider terpercaya yang memiliki fasilitas Airbus Training Center yang saat ini hanya ada di delapan negara di dunia. Untuk saat ini, GMF memiliki sembilan orang instruktur berlisensi Airbus untuk perawatan pesawat Airbus A320 dan A330 "GMF menerapkan materi pelajaran, infrastruktur dan sertifikat yang sama dengan fasilitas training yang dimiliki Airbus di Toulouse. Saat ini kami memiliki satu kelas dan ke depannya akan kami tambahkan satu kelas lagi untuk memaksimalkan daya tampung training center ini," pungkas Iwan.

Sempat Dilarang Terbang, Akhirnya Kini Larangan Terbang ke Uni Eropa Dicabut

Uni Eropa akhirnya mencabut larangan terbang untuk semua maskapai penerbangan Indonesia ke wilayah mereka. Sebelumnya, sejak tahun 2017 lalu, sejumlah maskapai penerbangan Indonesia dilarang mengangkasa ke wilayah Uni Eropa. Pihak maskapai penerbangan dalam negeri menyambut baik keputusan tersebut. Misalnya Lion Air yang bakal memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Managing Director Lion Air Group Daniel Putut mengatakan, setelah menganalisa pasar Eropa, pihaknya segera melakukan evaluasi. Lion Air juga akan menggandeng agen-agen di Eropa. “Evaluasi akan menentukan untung tidaknya membuka rute ke Eropa ini,” katanya.

Lion Air Group saat ini sudah memiliki tiga pesawat berbadan lebar atau wide body. Ketiga pesawat itu terdiri dari dua unit Airbus A330 yang ditempatkan di Indonesia dan Thailand, serta satu unit Boeing 747 (jumbo jet) di Indonesia. Menurut Daniel, Lion Air Group perlu mempersiapkan beberapa hal untuk membuka rute ke Eropa. Yaitu mengenai perjanjian bilateral dan dukungan pemerintah. “Target penumpang sekitar 300.000,” sebutnya. Setali tiga uang dengan Sriwijaya Air Group yang juga masih melihat peluang pembukaan rute baru ke Uni Eropa pasca pencabutan larangan terbang. Corporate Communication Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menyampaikan kemungkinan rencana ekspansi Sriwijaya Air membuka rute ke Eropa. Namun menurut dia, pihaknya perlu melakukan berbagai persiapan. Mulai dari sumber daya manusia seperti pilot, pramugari, serta armada berbadan lebar atau wide body. Lalu juga infrastruktur pendukung, sampai potensi pasar. “Kami harus menghitung banyak aspek untuk untuk hal ini dan banyak yang harus kami pertimbangkan,” katanya

Sampai saat ini, Sriwijaya Air Group belum mulai mengkaji terkait rencana ekspansi rute Jakarta-Eropa. Namun, Agus senang Eropa menghapus larangan terbang semua maskapai penerbangan Indonesia ke wilayah itu. Pihak Sriwijaya Air juga turut memberikan presentasi terkait keselamatan penerbangan di Komite Keselamatan Penerbangan atau Air Safety Committee pada bulan puasa kemarin. Garuda Indonesia juga masih mengkaji rencana pembukaan rute penerbangan baru ke Bandara Charles de Gaulle Paris, Perancis. Harapannya, penambahan rute itu bisa terealisasi pada tahun depan. "Kami berharap tepatnya Maret 2019. Salah satu yang kami kaji untuk satu kota tambahan lagi di Eropa adalah Prancis,” ujar Direktur Utama PT Garudah Indonesia Tbk Pahala Nugraha Mansury. Sebelumnya, dalam keterangan yang diunggah Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Komisi Eropa telah menerbitkan Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa terbaru. 
Yaitu daftar maskapai penerbangan yang tidak memenuhi standar keselamatan internasional, sehingga dilarang beroperasi di wilayah udara Uni Eropa. Semua maskapai penerbangan Indonesia yang tersertifikasi telah bebas dari larangan itu karena ada perbaikan aspek keselamatan penerbangan. Pada tahun 2007, semua maskapai penerbangan Indonesia masuk ke Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa. Kini maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Air Asia, Citilink, Lion Air, dan Batik Air dihapus dari daftar tersebut. Pembaruan Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa merupakan hasil pendapat para ahli keselamatan penerbangan negara anggota Uni Eropa. Mereka telah menggelar pertemuan pada tanggal 29 Mei sampai 31 Mei 2018 kemarin.