Keunggulan IPhone 7 Dibanding Generasi Sebelumnya

Smartphone kini telah menjadi perangkat yang memegang peranan amat sangat penting. Alasannya dalam smartphone kini sudah dibekali dengan banyak sekali fitur sehingga mampu memberikan banyak keunggulan dan membantu dalam beragam kebutuhan. Harga smartphone masa kini pun beragam mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta tergantung dari spesifikasi, merk dan juga fitur yang dibawanya. Salah satu smartphone yang amat terkenal di dunia yakni dari produk Apple dimana produknya selalu menyasar kelas premium. Produk iPhone 7 menjadi produk yang mampu gebrak pasaran dan juga laris manis di situs belanja online.

Apple merupakan salah satu produsen perangkat teknologi masa kini yang sudah banyak menelurkan produk unggulan di dunia. Beberapa produk terlarisnya mulai dari laptop yakni MacBook, iPad dan masih banyak lagi. Namun lini yang paling laris memang bisa disadari dari lini smartphone dimana Apple telah memproduksi banyak sekali produk smartphone kualitas tinggi dan menyasar kelas premium. Memang Apple tak pernah tanggung-tanggung membentuk produknya sehingga kualitasnya selalu juara.

Salah satu produknya yang diunggulkan yakni iPhone generasi ketujuh. Banyak yang masih belum tahu apa saja perbedaan yang ada di dalam produk Apple yang satu ini dibanding seri sebelumnya. Untuk itu berikut ini beberapa daftar keunggulan yang bisa jadi pertimbangan Anda:


1. Desain

Untuk keunggulan yang pertama yakni dari segi desainnya dimana meski masih mirip dengan generasi pendahulunya, iPhone seri 7 ini memiliki keunggulan dimana ada dual kamera tele dan juga wide di dalamnya. Bahannya masih memakai metal tapi diberikan varian warna yang lebih beragam untuk para konsumen sehingga bisa memilih mana yang sesuai. Menghilangnya set jack head 3.5 dan digantikan koneksi lightning pun jadi keunggulan lainnya.

2. Anti air dan anti debu

Selain dari segi desain yang amat baik, iPhone 7 ini pun memiliki keunggulan lain yakni dimana anti air dan anti debu. Kini sudah banyak sekali ponsel yang menggunakan keunggulan anti air sebagai promosinya. iPhone seri 7 pun tak mau ketinggalan dengan memberikan keunggulan berupa anti air dan anti debu. Dengan demikian Anda tak akan merasa was-was meski membawa iPhone seri 7 kesayangan dekat ke air.

3. Desain yang baru dengan home button taptic engine support

Perbedaan lainnya yang mencolok dari iPhone generasi baru ini adalah dengan adanya desain yang baru dari segi home button dimana desainnya telah berubah dengan layar yang hampir rata dan bahkan memang rata. Hal ini karena home button taptic engine support yang ada di dalamnya dimana penggunaannya tidak dipencet seperti tombol pada umumnya. Untuk home button taptic engine support ini Anda bisa hanya dengan menyentuhnya saja karena sudah sangat sensitif pada sentuhan sehingga akan bisa mudah terbuka.

4. Kamera yang makin besar

Kamera menjadi benda penting yang dipertimbangkan ketika akan membeli smartphone. Namun tenang saja karena di iPhone generasi ketujuh ini sudah tersemat kamera super besar dimana sudah ada 12 MP kamera di sana. Selain itu ada juga fitur seperti optical image stabilization, Quad LED flash dan Face Time Camera HD.

Itulah beberapa perbedaan yang mendasar dari iPhone 7 dan juga iPhone di seri sebelumnya. Bisa dibilang jika iPhone generasi baru ini memiliki spesifikasi dan juga fitur yang kian lengkap dan tinggi dibanding teknologi sebelumnya.

Masih Awal Tahun 2018 Bulog Mendapat Izin Impor Beras Hingga 1 Juta Ton

Sebelumnya Bulog telah mengantongi izin import beras dengan jumlah 500.000 ton beras, dan ini pun menjadi kedua kali Kementerian Perdagangan (Kemdag) memutuskan untuk menugaskan kembali perum Bulog untuk mengimpor beras dengan jumlah yang sama yaitu 500.000 ton beras. Alhasil, sepanjang paruh pertama tahun ini, Bulog sudah mengantongi izin impor beras sebanyak 1 juta ton. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemdag Oke Nurwan mengatakan, penugasan impor beras 500.000 ton diberikan sesuai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) terkait pangan. 
 
 
"Penugasan ini dalam rangka penguatan stok pemerintah dan stabilisasi harga," ujar Oke, Rabu (16/5/2018). Kemendag beralasan, izin impor beras dikeluarkan karena harga beras tak kunjung turun meskipun panen raya sudah berakhir. Untuk merealisasikan impor beras tersebut, Bulog diberi jangka waktu sampai Juli 2018. Harapannya, dengan pasokan yang lebih banyak maka rata-rata harga beras yang saat ini masih tinggi akan turun. Saat ini harga beras masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 9.450 per kilogram (kg) untuk medium dan Rp 12.850 per kg untuk premium di Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan belum menjajaki impor beras tersebut lantaran belum mengantongi surat penugasan impor dari Kemdag. 
 
"Kami harus pelajari seandainya benar ada izin. Karena meskipun ada izin, tapi tidak harus langsung impor. Perlu ada hitungan produksi seperti apa kebutuhannya," ujar Budi. Walau kuota izin impor beras mencapai 500.000 ton, namun menurut lelaki yang kerap disebut Buwas ini, tidak harus semuanya direalisasikan. Ia mencontohkan, kalau misal kebutuhan 100.000 ton, maka sebesar kebutuhan itulah yang akan diimpor Bulog. Buwas juga mengaku tetap mempertimbangkan klaim dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman jika produksi beras dalam negeri masih surplus. Dia berharap bisa duduk bersama dengan Kementerian Pertanian untuk menghitung angka pasti produksi, sehingga wilayah yang mengalami surplus bisa dipetakan.
 
Mentan menolak berkomentar dengan izin impor beras 500.000 ton ini. Ia mengelak dengan mengatakan tengah fokus meningkatkan produksi beras domestik. Sebab, menurutnya, pada Juni nanti, luas panen padi akan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, dia mengklaim, luas panen padi Juni 2018 minimal 1,7 juta hektare (ha). Sementara di tahun-tahun sebelumnya biasanya hanya sekitar 1,2 juta ha–1,3 juta ha. "Saat ini stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sudah mencapai 40.000 ton, sementara beberapa tahun lalu, hanya berkisar 18.000–20.000 ton. Berarti naik dua kali lipat," ucapnya. Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Beras dan Padi (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, kebijakan impor beras harus dilakukan untuk stok di awal tahun 2019. 
 
"Yang harus dihitung itu pada bulan Januari hingga Februari 2019. Makanya, setelah Agustus harus dihitung betul situasinya bagaimana," ujar Sutarto. Menurutnya harga beras dapat ditekan apabila pasokan beras berlebih. Untuk itu, Sutarto mengatakan, sejauh ini Perpadi telah menambah stok Bulog dengan memasok 45.000 ton beras ke Bulog. Jumlah itu masih lebih rendah dari kontrak khusus pembelian beras Bulog tahun ini sebanyak 100.000 ton. Untuk kebutuhan beras selama Ramadan dan Lebaran, Sutarto menilai cukup. Bahkan menurutnya, kondisi pasokan beras masih aman hingga Agustus 2018. "Posisinya masih aman dan cukup, tidak ada rebutan," katanya.

Nilai Ekspor Batik Tembus Hingga 58 Dollar AS

Nilai ekspor batik dan produk batik pada 2017 menembus angka 58,47 juta dollar Amerika Serikat (AS). Hal itu membuat industri batik Indonesia dinilai telah menguasai pasar dunia sehingga mampu menjadi penggerak bagi perekonomian nasional. “Industri batik nasional memiliki daya saing komparatif dan kompetitif di pasar internasional. Indonesia juga menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulisnya.

 
Adapun ekspor batik Indonesia utamanya ditujukan ke Jepang, AS, dan Eropa. Gati mengungkapkan, perdagangan produk pakaian jadi di dunia saat ini mencapai 442 miliar dollar AS. Hal tersebut bisa menjadi peluang besar bagi industri batik nasional agar meningkatkan pangsa pasarnya, mengingat batik sebagai salah satu bahan baku untuk produk pakaian jadi. “Industri batik kita didominasi oleh sektor IKM yang tersebar di 101 sentra seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, total penyerapan tenaga kerjanya mencapai 15.000 orang,” sebut dia.

Potensi ini pun diakui Gati terus dikembangkan seiring dengan upaya pemerintah mendorong industri padat karya berorientasi ekspor. Untuk itu, dalam rangka menggenjot produktivitas dan daya saing industri batik nasional, Kemenperin telah menjalankan beberapa program strategis seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan pengembangan kualitas produk. Selain itu, penerapan standardisasi, fasilitasi mesin dan peralatan produksi, serta promosi dan pameran baik di dalam maupun luar negeri.