Mengenal Jenis-jenis Pemeriksaan Laboratorium dan Manfaatnya


Diagnosa sebuah penyakit memang tidak dapat dilakukan secara langsung, karena potensi kesalahan atau kekeliruannya tinggi. Hal ini juga akan mempengaruhi efektivitas pengobatan yang dilakukan. untuk itu maka harus ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium. Dalam dunia medis jenis pemeriksaan yang satu inilah yang memiliki peran sangat penting, karena memang berhubungan dengan diagnosa sebuah penyakit, juga untuk melihat bagaimana tingkat keparahan dari penyakit tersebut.


Umumnya pemeriksaan penunjang ini memang akan dilakukan ketika pasien tersebut melakukan konsultasi ke dokter. Itulah mengapa sangat dianjurkan ketika Anda mengalami kondisi kesehatan yang cukup parah, maka sebaiknya pilih rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap. Sehingga nantinya Anda bisa secara langsung mendapatkan beragam jenis pemeriksaan disana, tak perlu bergonta-ganti rumah sakit karena ketidaktersediaan fasilitas yang memadahi disana. Hal ini hanya akan menghambat pasien untuk segera mendapatkan pengobatan yang tepat.


Berikut ini diantaranya ada beragam jenis pemeriksaan penunjang yang harus Anda ketahui dan memang sangat umum dilakukan untuk menunjang diagnosa sebuah penyakit, yaitu:

 

  1. Pemeriksaan darah, darah termasuk bagian yang sangat penting dalam tubuh. Pengambilan sample darah umumnya dilakukan untuk mengetahui kondisi medis tertentu yang dialami oleh pasien, misalnya adalah anemia dan juga infeksi. Umumnya sebelum melakukan pemeriksaan ini maka akan ada beberapa aturan yang harus diikuti. Jenis pemeriksaan tersebut termasuk yang paling dasar.

  2. Pemeriksaan urine, tak hanya darah ternyata urine juga dapat dipakai untuk mendiagnosa sebuah penyakit, seperti diantaranya adalah melihat fungsi ginjal. Karena umumnya ketika ada beberapa zat yang tidak seharusnya keluar, namun ikut dibawa oleh urine bisa saja kemampuan organ ginjal tersebut sudah mengalami penurunan. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk melihat kehamilan seseorang.

  3. Elektrokardiogram, jenis pemeriksaan yang satu ini fokusnya adalah dipakai untuk memantau kinerja jantung dengan mengandalkan sebuah alat. Nantinya dokter akan memasang serangkaian alat pada tubuh pasien untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan jantung yang dialami oleh pasien.

  4. Foto rontgen, mengandalkan sebuah alat yang mengeluarkan sinar radiasi yaitu sinar X atau yang dikenal juga sebagai sinar rontgen untuk melihat bagaimana kondisi yang ada dalam organ tubuh pasien tersebut. Jadi jika seandainya terdapat kelainan disana juga akan dengan mudah terlihat. Misalnya adalah kelainan pada tulang, gigi, sumbatan pada saluran napas, batu pada saluran kemih dan sejenisnya.

  5. Ultrasonografi, USG ini termasuk dalam pemeriksaan penunjang yang mengandalkan gelombang suara, sehingga nantinya akan menghasilkan gambar organ atau jaringan yang terdapat didalam tubuh. Jenis pemeriksaan yang satu ini akan membantu untuk mendeteksi adanya kelainan dalam organ tubuh, juga kehamilan seseorang dapat dilihat dari sini.

  6. CT Scan, menggunakan sinar rontgen dengan memakai mesin khusus untuk melihat gambar jaringan dan juga organ dalam tubuh. Ini sangat berfungsi untuk mendeteksi kelainan-kelainan tertentu termasuk adanya sel kanker.

  7. MRI, pada dasarnya ia hampir mirip dengan CT scan namun tidak menggunakan sinar rontgen, melainkan dengan mengandalkan gelombang magnet atau gelombang radio untuk melihat kondisi organ dalam tubuh.

  8. Fluoroskopi, gambar yang dihasilkan dalam bentuk video dan mengandalkan sinar rontgen.

  9. Endoskopi, digunakan untuk memeriksa organ dalam tubuh menggunakan sebuah alat yang dilengkapi dengan kamera didalamnya.

Pemeriksaan laboratorium semacam ini sekarang ini dapat Anda pesan atau buat jadwalnya lewat aplikasi Aido, tentunya akan lebih praktis bukan