Sempat Dilarang Terbang, Akhirnya Kini Larangan Terbang ke Uni Eropa Dicabut

Uni Eropa akhirnya mencabut larangan terbang untuk semua maskapai penerbangan Indonesia ke wilayah mereka. Sebelumnya, sejak tahun 2017 lalu, sejumlah maskapai penerbangan Indonesia dilarang mengangkasa ke wilayah Uni Eropa. Pihak maskapai penerbangan dalam negeri menyambut baik keputusan tersebut. Misalnya Lion Air yang bakal memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Managing Director Lion Air Group Daniel Putut mengatakan, setelah menganalisa pasar Eropa, pihaknya segera melakukan evaluasi. Lion Air juga akan menggandeng agen-agen di Eropa. “Evaluasi akan menentukan untung tidaknya membuka rute ke Eropa ini,” katanya.

Lion Air Group saat ini sudah memiliki tiga pesawat berbadan lebar atau wide body. Ketiga pesawat itu terdiri dari dua unit Airbus A330 yang ditempatkan di Indonesia dan Thailand, serta satu unit Boeing 747 (jumbo jet) di Indonesia. Menurut Daniel, Lion Air Group perlu mempersiapkan beberapa hal untuk membuka rute ke Eropa. Yaitu mengenai perjanjian bilateral dan dukungan pemerintah. “Target penumpang sekitar 300.000,” sebutnya. Setali tiga uang dengan Sriwijaya Air Group yang juga masih melihat peluang pembukaan rute baru ke Uni Eropa pasca pencabutan larangan terbang. Corporate Communication Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menyampaikan kemungkinan rencana ekspansi Sriwijaya Air membuka rute ke Eropa. Namun menurut dia, pihaknya perlu melakukan berbagai persiapan. Mulai dari sumber daya manusia seperti pilot, pramugari, serta armada berbadan lebar atau wide body. Lalu juga infrastruktur pendukung, sampai potensi pasar. “Kami harus menghitung banyak aspek untuk untuk hal ini dan banyak yang harus kami pertimbangkan,” katanya

Sampai saat ini, Sriwijaya Air Group belum mulai mengkaji terkait rencana ekspansi rute Jakarta-Eropa. Namun, Agus senang Eropa menghapus larangan terbang semua maskapai penerbangan Indonesia ke wilayah itu. Pihak Sriwijaya Air juga turut memberikan presentasi terkait keselamatan penerbangan di Komite Keselamatan Penerbangan atau Air Safety Committee pada bulan puasa kemarin. Garuda Indonesia juga masih mengkaji rencana pembukaan rute penerbangan baru ke Bandara Charles de Gaulle Paris, Perancis. Harapannya, penambahan rute itu bisa terealisasi pada tahun depan. "Kami berharap tepatnya Maret 2019. Salah satu yang kami kaji untuk satu kota tambahan lagi di Eropa adalah Prancis,” ujar Direktur Utama PT Garudah Indonesia Tbk Pahala Nugraha Mansury. Sebelumnya, dalam keterangan yang diunggah Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Komisi Eropa telah menerbitkan Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa terbaru. 
Yaitu daftar maskapai penerbangan yang tidak memenuhi standar keselamatan internasional, sehingga dilarang beroperasi di wilayah udara Uni Eropa. Semua maskapai penerbangan Indonesia yang tersertifikasi telah bebas dari larangan itu karena ada perbaikan aspek keselamatan penerbangan. Pada tahun 2007, semua maskapai penerbangan Indonesia masuk ke Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa. Kini maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Air Asia, Citilink, Lion Air, dan Batik Air dihapus dari daftar tersebut. Pembaruan Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa merupakan hasil pendapat para ahli keselamatan penerbangan negara anggota Uni Eropa. Mereka telah menggelar pertemuan pada tanggal 29 Mei sampai 31 Mei 2018 kemarin.

0 komentar:

Posting Komentar