Pemerintah Kulon Progo Akan Perketat Pengawasan Makanan dan Bahan Makanan Dari Luar Daerah

Demi mengamankan perdagangan di pasar tradisional atau pun modern dari makanan yang tidak layak konsumsi, menjelang ramadhan ini pemerintak Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta akan memperketat pengawasan pada makanan dan bahan makanan yang datang dari luar daerah. Peningkatan pengawasan ini dilakukan seiring pengalaman dari waktu ke waktu ditemukannya produk olahan yang tidak layak konsumsi. Kepala Bidang Perdagangan dari Dinas Perdagangan Kulon Progo, Bambang Widodo mengatakan,


peningkatan pengawasan diutamakan selama berlangsung bulan Ramadhan. "Memang dari tahun ke tahun ada (temuan), meski sekarang sudah menurun," kata Bambang Widodo, Selasa (8/5/2018). Bambang mencontohkan, baru-baru ini tim pengawas obat dan makanan menemukan pedagang di pasar menjual kerupuk bercorak merah yang mengandung Rhodamin B, salah satu bahan berbahaya bagi produk makanan. Rhodamin B dikenal sebagai pewarna tekstil dan kertas. Rodhamin B diyakini meningkatkan resiko kanker bila dikonsumsi berlebihan dan terus menerus. Kerupuk dengan corak merah ini, kata Bambang, merupakan produk olahan dari Purworejo, Jawa Tengah dan sekitarnya. Kota ini langsung bersebelahan dengan Kulon Progo. 

Sebaliknya, produk lokal Kulon Progo justru kondisinya baik dan tidak ditemukan yang berbahan berbahaya. Karenanya, Disdag merasa perlu ikut melaksanakan pengawasan pada produk yang masuk ke wilayah Kulon Progo. Harapannya, inisiatif ini bisa memperkuat pengawasan terpadu antara Disdag Provinsi dan BPOM. Bambang mengatakan, semua dilakukan sebagai upaya perlindungan bagi warga sebagai mana ada dalam UU Nomor 8 Tahun 1999ctentang Perlindungan Konsumen. "Sebagai bentuk tanggung jawab moral pada masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap barang yang beredar, baik karena kadaluarsa, rusak kemasan, bahan bebahaya pada kosmetik dan obat," katanya. 

Pengawasan ini juga termasuk untuk membantu mencegah penggunaan bahan berbahaya lain, seperti borak, methanil yellow, formalin hingga rodhamin B. Bambang mengatakan, pihaknya rutin melaksanakan pengawasan ke pedagang setidaknya satu kali dalam tiap minggu. Pengawasan seperti ini akan meningkat apalagi jelang lebaran. "Besok pagi saja ada (inspeksi) jam 6 baik pasar tradisional, warung toko, mini market, kami menyasak ke sana," katanya. 

0 komentar:

Posting Komentar