Nilai Ekspor Batik Tembus Hingga 58 Dollar AS

Nilai ekspor batik dan produk batik pada 2017 menembus angka 58,47 juta dollar Amerika Serikat (AS). Hal itu membuat industri batik Indonesia dinilai telah menguasai pasar dunia sehingga mampu menjadi penggerak bagi perekonomian nasional. “Industri batik nasional memiliki daya saing komparatif dan kompetitif di pasar internasional. Indonesia juga menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulisnya.

 
Adapun ekspor batik Indonesia utamanya ditujukan ke Jepang, AS, dan Eropa. Gati mengungkapkan, perdagangan produk pakaian jadi di dunia saat ini mencapai 442 miliar dollar AS. Hal tersebut bisa menjadi peluang besar bagi industri batik nasional agar meningkatkan pangsa pasarnya, mengingat batik sebagai salah satu bahan baku untuk produk pakaian jadi. “Industri batik kita didominasi oleh sektor IKM yang tersebar di 101 sentra seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, total penyerapan tenaga kerjanya mencapai 15.000 orang,” sebut dia.

Potensi ini pun diakui Gati terus dikembangkan seiring dengan upaya pemerintah mendorong industri padat karya berorientasi ekspor. Untuk itu, dalam rangka menggenjot produktivitas dan daya saing industri batik nasional, Kemenperin telah menjalankan beberapa program strategis seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan pengembangan kualitas produk. Selain itu, penerapan standardisasi, fasilitasi mesin dan peralatan produksi, serta promosi dan pameran baik di dalam maupun luar negeri.

0 komentar:

Posting Komentar