Penemuan Cacing Parasit Berdampak Besar Pada Usaha Makanan Kemas Kaleng

Beberapa waktu yang lalu ada berita yang menggegerkan masyarakat tentang adanya makanan kemas kaleng makarel yang mengandung cacing. Sejak pemberitaan tersebut semua makarel yang ada di pasaran di tarik dan di teliti lebih lanjut. Hal tersebut tentu saja mempengaruhi banyak pihak termasuk perusahaan makanan itu sendiri. Ketua Asosiasi Pengusaha Kemas Kaleng Indonesia (APKKI) Halim Parta Wijaya, mengatakan penemuan cacing parasit di dalam ikan makerel kemasan kaleng berdampak sangat besar terhadap usaha kemas kaleng. "Terutama untuk perusahaan pengalengan ikan dan nelayan penangkap ikan," kata Halim.


Menurut dia, yang menjadi masalah adalah bangkai cacing pada ikan kaleng makerel. "Tetapi dengan kondisi dan informasi yang beredar saat ini , bisa membuat masyarakat berpersepsi ikan kaleng sarden itu tidak sehat dan berbahaya," sebutnya. Halim menyebutkan, jumlah ikan kaleng makerel sangat sedikit dibandingkan ikan kaleng sarden. Namun sejauh mana efek jangka panjangnya, Halim belum bisa memastikan. "Akan muncul dampak bawaannya pada perusahaan kaleng dan perusahan pembuat pelat timah (bahan baku kaleng)," ucapnya. 

Secara terpisah produsen penyedia bahan baku pembuat kaleng kemasan (tinplate), PT Pelat Timah Nusantara Tbk atau sering disebut Latinusa ini belum merasa ada kendala. "Sementara ini customer kita yang memproduksi makanan kaleng tersebut belum memberikan konfirmasi apapun dan belum ada imbas terhadap penjualan kita," kata Investor Relation Latinusa, Wuri Wuryani. Adapun saat ini emiten berkode saham NIKL ini masih memonitor efek dari temuan cacing pada makerel kaleng.

0 komentar:

Posting Komentar