Setelah 4 Tahun Terpuruk Kini Kerjasama Indonesia-Taiwan Meningkat 400 Persen

Persaingan ekonomi yang semakin meningkat membuat Indonesia semakin gencar untuk meningkatkan kerjasama dengan negara lain. Seperti yang sudah di ketahui, sejak 4 tahun yang lalu kerja sama ekonomi Indonesia dengan Taiwan sangat terpuruk. Namun kini kerja sama tersebut mengalami peningkatan dan membuat transaksi perdagangan pun meningkat hingga 14,8 persen, sedangkan investasi Taiwan di Indonesia pun naik hingga 400 persen. Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Robert James Bintaryo mengatakan Indonesia menduduki peringkat 14 sebagai salah satu mitra dagang terbesar Taiwan. "Nilai kerja sama perdagangan antara Indonesia denan Taiwan mengalami peningkatan hingga 14,84 persen, dan Indonesia menduduki peringkat 14 sebagai salah satu mitra dagang terbesar Taiwan," kata Robert seperti dikutip Antara.


Di sisi lain, nilai investasi Taiwan di Indonesia pada 2017 mengalami peningkatan lebih dari 400 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sehingga menempatkan Taiwan sebagai salah satu dari 10 investor terbesar di Indonesia. "Perkembangan yang positif ini juga dapat dilihat dari beberapa aspek seperti sektor tenaga kerja dan pariwisata," tambah Robert. Kondisi ini dapat ditafsirkan sebagai hal baik dalam hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Taiwan. Pihaknya berharap dapat menjaga pertumbuhan yang positif , bahkan mampu berkembang hingga tahun-tahun berikutnya. Salah satu cara Indonesia dalam meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi dengan Taiwan adalah melalui pameran Indonesia Week 2018 di Taipei, Taiwan.

Acara itu yang diselenggarakan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan. Dalam pameran ini, Kemendag memboyong 79 pelaku usaha Indonesia selaku partisipan yang berasal dari berbagai sektor. Beberapa di antaranya, fesyen dan aksesori, alas kaki, makanan dan minuman, kertas, industri properti, tekstil, kopi, teh, produk kelapa sawit, biodiesel, agen perjalanan, dan pekerja terampil. 

0 komentar:

Posting Komentar