BI Sebut Melemahnya Rupiah Hingga Rp 13.602 Per Dollar AS Masih Normal

Banyak berita dimedia yang mengatakan bahwa melemahnya rupiah kali ini adalah pelemahan yang terdalam dari tahun 2016 silam hingga saat ini. Namun tidak bagi Bank Indonesia (BI), pasalnya BI mengatakan bahwa melemahnya rupiah yang sedang terjadi saat ini terhadap dollar AS masih tergolong normal, dengan seiring berjalannya fluktual pasar yang dapat terjadi menjelang kenaikan suku bunga Amerika Serikat (Fed Fund Rate/ FFR). Tak hanya itu BI pun memprediksi bahwa kenaikan bunga pertama kali akan dilakukan oleh bank sentral AS pada Maret mendatang. "Ini sebenarnya hal yang normal. Kalau lihat 2017, kalau kenaikan (FFR) di Maret, ada fluktuasi di Februari. Kalau naik di Juni, fluktuasi di Mei. Jadi, kalau kami lihat ada kenaikan di Maret, berarti fluktuasi di Februari ini, ya normal-normal saja," ujar Mirza di Jakarta.


Mirza menjelaskan, fluktuasi pada nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara. Pasalnya, investor memang terbiasa melakukan penyesuaian. "Negara-negara lain (nilai tukarnya) juga mengalami pelemahan. Indonesia nilai tukarnya melemah sedikit, ya wajar saja. Market (pasar) melakukan adjustment (penyesuaian) saja, hal yang normal," terang dia. Kendati menilai fluktuasi rupiah saat ini masih normal, Mirza menekankan, Bank Indonesia akan terus berada di pasar. "Bank Indonesia terus ada di pasar. Kalau inflow (aliran dana masuk) besar, kami ada di pasar supaya rupiah tidak terlalu berfluktuasi. Saat ada fluktuasi outflow (aliran dana keluar), kami juga ada di pasar menggunakan cadangan devisa yang kami pupuk," terang dia. 

Pada Januari lalu, aliran dana asing yang masuk ke Indonesia mencapai lebih dari Rp46 triliun. Cadangan devisa Indonesia pun ikut menanjak dari US$130,2 miliar pada akhir Desember 2017 menjadi US$131,98 miliar.  Sebagai informasi, berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah melemah di kisaran Rp13.602 per dolar AS. Pada perdagangan di pasar spot hari ini, Rupiah bahkan sempat melemah hingga ke level Rp13.643 per dolar AS. Nilai tukar tersebut merupakan level terendah rupiah sejak tahun lalu.

0 komentar:

Posting Komentar