Menjadi Tren Baru Ditahun 2018 Proptech Pun Akan Meraja Disektor Real Estate

Beberapa waktu yang lalu pihak Jones Lang LaSalle (JLL) menyebutkan, pada tahun 2018 ini akan diramaikan dan menjadi tren di sektor real estate yaitu disruptor baru dengan nama properti technology atau proptech. Secara sederhana proptech adalah penggabungan dari properti dan teknologi yang sudah diperkirakan akan mengubah pakem sektor real estate konvesional yang masih terus dilaksanakan hingga saat ini. Menurut Managing Director, Markets, and Integrated Portfolio Services JLL Asia Pasifik, Jeremy Sheldon, proptech kemungkinan akan berkembang cepat pada 2018. "Perusahaan-perusahaan startup proptech Asia Pasifik telah menerima 60 persen dari 7,8 miliar dolar AS yang dihimpun oleh perusahaan tersebut dari 2013 sampai 2017," kata Sheldon.


Sheldon mengungkapkan, untuk jangka panjang, digitalisasi layanan serta adopsi dan otomatisasi dari Internet of Things akan berdampak signifikan terhadap strategi yang diterapkan perusahaan real estate. Strategi yang dimaksud termasuk dalam hal struktur tim hingga proses bisnis yang ditempuh. "Bangunan-bangunan pintar akan membantu pemilik bangunan dan penghuni untuk memperbaiki kinerja dan menghemat biaya," tutur Sheldon.

Terlepas dari soal proptech, Sheldon juga memprediksi tentang desain kantor yang akan banyak jadi perhatian pihak perusahaan. Ke depan, banyak perusahaan yang diramalkan memakai co-working space lengkap dengan fasilitas berteknologi tinggi, suasana yang personal, dan hal-hal inovatif. Model co-working space yang dimaksud adalah ruang kerja yang bersifat kolaboratif, seperti memadukan ruang kerja dengan penyediaan makanan atau minuman yang lengkap, area gym, hingga ruang kesehatan.

Hal itu akan dipakai perusahaan dalam mencari tenaga kerja yang memiliki bakat terbaik untuk bekerja di sana. "Perubahan untuk menciptakan pengalaman holistik adalah awal perubahan dari konsep ruang kantor. Ruang kerja masa depan harus dapat memenuhi kebutuhan karyawan, sekaligus mendorong efektivitas dan tingkat keterlibatan," ujar Sheldon.

0 komentar:

Posting Komentar